Cerita Sex Terbaru Perkenalan Dengan Gadis Maniak Seks
Sabtu, 11 November 2017
18+,
Agen Capsa Online,
Agen Poker Indonesia,
Agen Poker Tanpa Bot,
Agen Poker Uang Asli,
Bandar Capsa Terpercaya,
Bandar Ceme Terpercaya,
cerita hot,
cerita sex
Edit
Agen Domino Terpercaya - Sungguh ini adalah pengalaman seks yang kualami tanpa kusengaja dan sangat mengesankan hingga sampai sekarang pun aku masih mengingatnya dan kutuliskan dalam cerita ini. Ini adalah kisah yang benar-benar aku alami kurang lebih 3 tahun yang lalu saat aku melakukan perjalanan ke Bandung.
Panggil saja namaku Ferry, aku bekerja disalah satu perusahaan asing terkenal di Jawa Timur. Saat itu aku ditugaskan oleh kantor untuk mengikuti seminar di Bandung selama seminggu. Karena jarak yang cukup jauh, maka kupustuskan unutk naik kereta api saja karena kupikir kereta apilah sarana yang paling nyaman.
Agen Capsa Online - Dalam perjalanan, setelah capek bermain HP, aku pun tidur dengan nyenyaknya. Kurasa aku tidur cukup lama sekali, sampai-sampai aku terbangun kereta api masih berjalan dan tanpa kusadari ternyata bangku sebelahku yang tadi kosong sekarang sudah ada yang mendudukinya. Yang ternyata juga adalah seorang wanita cantik. Setelah nyawaku terkukmpul semua, aku pun basa-basi dengan wanita cantik disebelahku itu.
“Siang Mbak???” sapaku
“Siang juga mas” jawabnya
Sedikit gambaran wanita cantik disebelahku ini wajahnya sangat manis sekal dan badannya sangat molek, badannya gak langsing banget dan juga gak gemukl banget, paasss untuk seleraku. Dia berkulit putih bersih dan mulus, hidungnya agak mancung dengan alis yang tebal dan bibirnya tipis sangat seksi sekali.
Dia juga mempunyai payudara cukup montok yang kulihat dibalik bajunya, ukurannya sekitar 36B. kulihat toketnya sangat kencang, kenyal dan indah sekali dibalik baju putih yang dia kenakan.Setelah percakapan kecil tadi aku pun menghabiskan waktu perjalanan dengan membaca majalah bola. Dan mengetahui aku membaca majalah bola itu, wanita cantik itu pun menegurku,
“Baca majalah bola ya mas, pasti mas suka bola ya??? ” tanyanya
“Iya mbak, kalau dengan bola aku memang suka banget. Memangnya kenapa mbak??? Mbak juga seneng bola juga ya???” tanyaku balik
Judi Poker Tanpa Bot - Akhirnya selama perjalanan kami pun banyak ngobrol ngalor ngidul tentang sepak bola. Sebelum akhinrya,
“Oooohhh..ya sampai lupa, namaku Ferry mbak, nama mbak siapa?” Ujarku.
“Aku Nindi mas, eeehh mas ini mau perjalanan kemana???” tanya Nindi.
“Ke Bandung mbak, mbak sendiri?”
“Sama mas, aku juga mau ke Bandung. Lah mas di Bandung kerja apa?” tanyanya.
“Aku ke bandung mau seminar di kantor Lawyer perusahaanku mbak” jawabku.
Akhirnya kami pun terlibat obrolan panjang yang semakin lama semakin seru yang membuat kita semakin dekat. Setelah kukira kita semkain dekat, kuajak Nindi untuk akhir minggu ini keluar jalan-jalan di bandung. Dan tanpa kuduga, Nindi pun menerima tawaranku. Setengah jam kemudian, sampailah sampailah kita distasiun, dan kita pun turun ditempat yang sama.
“Mas udah ada yang jemput?? kalau belom ada yang jemput, bareng aku aja gimana mas?? Nanti kuantarkan mas sampai tujuan deh” kata Nindi.
“Gak ada yang jemput mbak, mau naik taksi aja, gak mau ngerepotin mbak Nindi” balasku.
“Udah daripada naik taksi, bareng aku aja mas, nanti mas kasih alamatnya biar diantar supirku sampai tujuan mas” ujar Nindi.
Kupikir bener juga, daripada naik taksi bayar, mending bareng sama Nindi, selain gratis aku juga bisa memandangi wajahnya yang cantik dan juga tubuh moleknya. Akhirnya aku setuju dengan ajakan Nindi. Aku pun masuk mobil Nindi dan aku diantarkan sampai kostku di bandung. Setengah jam perjalanan, sampailah aku dikost. Selama perjalanan menuju kostku tadi aku sudah bertukar nomer telpon dengan Nindi.
“Thank’s ya Mel, sudah kamu anterin. Sampai ketemu besok yaaa, besok aku akan telpon kamu” ujarku.
“Sama-sama mas, aku tunggu telpon dari kamu” balasnya
Sampai di kost, aku langsung mandi dan langsung istirahat. Mungkin saking lelahnya aku, hingga aku tertidur sangat lama sekali hingga aku bangun ternyata sudah pagi. Kemudian aku mandi dan aku langsung bergegas kekantor. Selesai seminar dikantor bandung, aku langsung teringat dengan Nindi, dan tanpa menunggu lama lagi, aku langsung menelponnya.
“Hallo, bisa bicara dengan Nindi”
“Maaf ini dari siapa?” tanya sebuah suara wanita.
“Ini Ferry, teman Nindi dari Jawa Timur.” ucapku.
“Oooohh.. Mas Ferry… Gimana kabar nya mas? dan gimana acara malam ini???” kata Nindi
“Sekarang aku udah siap jemput kamu Nin..” kataku.
“Ya langsung aja mas kalau gitu” balas Nindi.
Tanpa menunggu lama, aku langsung meluncur kerumah Nindi. Gilaaaaa, ternyata Nindi snagat kaya sekali. Rumahnya besar dan dirumahnya banyak mobil mewah.
“Kamu malam ini beda sekali Nin, kamu terlihat lebih sederhana dan snagat canitk sekali..” ujarku
“Aaahhh. . .biasa aja kok mas, ya emang begini aku ini mas” balas Nindi merendah
“Gitu-gitu juga bikin pusing aku Nin..” kataku menggoda
“Mas Ferry juga paling bisa deh, kemarin katanya karyawan biasa, kok mobilnya mercy baru gitu” balas Nindi sambil mencubit lenganku
“Ooohhh…ini mobil dinas kok Nin..” ucapku
“Aaahh…mas ini bisa aja, masak mobil dinas mercy baru gitu sih” ujar Nindi sambil mencubitku lagi
Malam itu kami kerestoran mewah dan selesai makan kami langsung menuju ke club,
“Mas… kalo Nindi minum banyak, gak papa kan??” tanya Nindi
“Untuk kesehatan sih jangan Nin, tapi kalau sekali-sekali terserah kamu saja, masak aku melarang, nanti kamu bilang emangnya kamu siapa ngelarang-larang aku gitu” jawabku sambil tersenyum
“Maksudku mas Ferry gak papa gitu kan kalo ngeliat Nindi minum banyak” tanaynya lagi
“Aku sih oke-Oke aja Nin, aku termasuk cowok yang gak banyak ngatur dan possesive gitu, yang penting gak boleh rese ya!” jawabku sambil kupegang dan belai kepalanya
“Kalo gitu kita minum tequila aja” ujar Nindi
“Waduh ampun deh, kalo minum itu, nanti kalau aku juga tepar terus yang mau nganter siapa???” tanyaku
“Ya kita nggak usah pulang, kita nginep aja dihotel sebelah” kata Nindi
“Whaatt??? kamu serius Nin???”
“Serius donk, kenapa sih kok kamu belum ngerti juga kalo aku dari kemarin dikereta udah memperhatikan kamu” ucap Nindi sambil menggalayut ketubuhku
Ugghhh mati deh aku, disosor sama wanita cantik yang usianya lumayan jauh dibawahku.
“Ya kalo kamu bilang gitu aku ikut aja deehh, tapi kamu gak nyesel dan emang sadar kan ambil keputusan ini” ucapku sekali lagi untuk meyakinkan diriku sendiri
“Yes darling, I’ve decided and never regret” kata Nindi sambil memelukku dengan sebelah tangannya
Dan malam itu aku minum mungkin sekitar 15 gelas kecil tequila dan Nindi menenggak kurang lebih 8 gelas. Dan sekarang kami berdua sudah mulai tinggi karena kebanyakan minum.
“Nin, pulang yook, mumpung aku masih bisa nyetir niih” ajakku.
“Iya deh yook pulang aja, biar bisa lama berduaan sama mas Ferry” jawab Nindi manja.
Didalam mobil Nindi sudah tidak bisa menahan diri lagi.
“Mas, Nindi gak tahan nih”
“Kamu pengen muntah ya??” tanyaku.
Agen Domino Bet Online - “Bukan.. bukan itu, tapi itu tuh, gak tahan itu” tangannya dengan jahil menunjuk-nujuk kepangkal pahaku.
“Nindi buka ya mas” ujarnya dan tanpa menunggu aba-aba, tangannya segera menggerayangi reitsleting celanku dan mengeluarkan penisku yang masih setengah tidur.
Perlahan tapi pasti, dilahapnya seluruh penisku kedalam mulutnya yang seksi. Dimainkannya kepala penisku dengan lidahnya. Kurasakan penisku semakin lama semakin mengeras.
“Nin, gimana niiih sekarang, kamu tanggung jawab lho yaaa” ucapku memancingnya.
“Ya udah deh cari hotel aja mas” balas Nindi sambil terus mengocok batang penisku dan dengan tangan satunya dia meremasi toketnya sendiri.
Akhinrya tak lama kemudian kita sampai dihotel mewah pinggiran kota bandung. Kami berdua naik kekamar sudah sedikit sempoyongan tapi ditegak-tegakkan supaya kelihatannya sehat. Setibanya didalam kamar Nindi menyempatkan menelepon adiknya.
“Deek, ini aku nginep dihotel “99” bilangin papah ya”
Begitu aku datang dari kamar mandi dengan menggunakan handuk saja, aku langsung ditubruk dan handuknya langsung ditarik oleh Nindi sambil menciumi dada, perut dan sekujur tubuhku, Nindi dengan cepat juga melepas bajunya dan melemparkannya kelantai. Begitu terlepas BH yang menutupi toketnya yang padat itu, terlihat toketnya yang putih padat dengan putting susunya yang kulihat kecil mencuat karena terangsang.
Disambarnya penisku yang sudah tegang karena melihat keganasan dan kemolekan tubuh Nindi yang indah itu. Sambil menaik-turunkan mulutnya mengikuti panjangnya penisku, tangan kanan Nindi mengusap dan mempermainkan klitoris disekitar bulu memeknya sendiri, serta sesekali terdengar erangan dari mulutnya yang terus menghisap penisku.
Capek dengan kegiatannya, Nindi menjatuhkan tubuhnya ketempat tidur sambil mengangkat kedua kakinya ke atas. Tangan kirinya membelai jembut vaginanya sendiri dan tangan kanannya memainkan klitorisnya. Kulihat Nindi seperti itu, langsung aku ikut membelai jembutnya yang sangat halus. Kujilat putting susunya yang menonjol kecil namun keras itu, kujelajahi perutnya yang kencang, kumainkan ujung lidahku dipusarnya yang membuat Nindi terus mendesah keenakan,
“Eeegghh…Uuuuhh…” Langsung kuhujamkan ujung lidahku kelubang vaginanya yang sudah basah dan merekah. Dengan kedua jempolku, kudorong keatas lipatan klitorisnya, kupermainkan ujung lidahku disekitar klitorisnya,
“Uuuhh…Eegghh…Aaaahh…” Desah Nindi.
Karena aku sudah tidak tahan lagi, langsung saja kumasukan batang penisku yang dari tadi sudah sangat keras. Dan ternyata basahnya vagina Nindi tidak mengakibatkan rasa licin sama sekali, karena lubang vaginanya masih terasa sempit dan sulit kutembus. Begitu terasa seluruh batang penisku masuk didalam lubang vaginanya, perlahan kupompa keluar masuk lubang nikmat itu. Belum terlalu lama aku memompa vagina Nindi, tiba-tiba,
“Aaahh…Ooouuhh…” desah Nindi, yang ternyata dia mengalami orgasme.
Kupercepat gerakan dan desahan Nindi semakin liar, kemudian kuhentikan dengan tiba-tiba sambil menekan dan menusukkan batang penisku sedalam-dalamnya kelubang vaginanya.
“Oooohhhh…Ooouuuhhhh…Ooohhh.. that was so nice darling, let’s make another” celoteh Nindi.
Kemudian kubalikkan tubuh Nindi telungkup ketempat tidur dan dari belakang kupompa lagi keluar masuk lubang vaginanya yang peret, kurebahkan tubuhku menempel ke punggung Nindi dan kugerakkan pinggulku secepat-cepatnya.
“Uuuuhhh…Uuuuhhh…Uuuuhhh…Uuuhhhh…Enak bangeet maass…Aaahh…” teriak Nindi lagi karena orgasme yang keduanya.
Namun kali ini aku tidak berhenti, karena aku juga sudah merasakan denyutan kencang disekujur penisku yang semakin memuncak. Dan dengan kecepatan penuh kupompa penisku keluar masuk lubang vagina Nindi. Diiringi desahan, celotehan dan erangan Nindin yang semakin lama semakin liar. Akhirnya aku juga mencapai kenikmatanku.
“Crrroootttt…Croooootttt…Crooootttt…”
Spermaku menyemprot dinding rahim Nindi. Dan kemudian tubuhku lemas sekali dan kita pun tertidur dengan tubuh telanjang. Esok harinya karena hari minggu, aku tak resah untuk bangun pagi. Apalagi sekarang aku sedang menginap dihotel dengan Nindi. Waktu bangun kulihat jam dimeja samping tempat tidur, eh baru jam 8 pagi.
Kepala masih nyut-nyutan dan kamar masih gelap sekali, namun aku tetap bangun dan kekamar mandi. Setelah sikat gigi, aku langsung kembali ketempat tidur lagi dan masuk kebalik selimut.
“Eeemm…mas kok pagi-pagi sudah bangun sih. Uugghh…tangan kamu tuh dingin, jangan nempel-nempel dong” ucap Nindi.
Tak kuhiraukan protesan Nindi, aku tetap menempelkan tubuhku ketubuh Nindi yang juga telanjang bulat. Dari belakang kupeluk tubuhnya yang padat berisi, dengan tangan kananku, kuraba buah dadanya yang menonjol. Kumainkan jari-jariku disekitar putting susunya yang kurasa menonjol kecil.
Kurasakan tubuh Nindi agak menggeliat namun kemudian diam kembali. Kulanjutkan lagi rabaanku kedaerah perut menuju jembutnya. Perlahan kuusap-usap jembutnya dan dibalik jembutnya kuraba dan mainkan klitoris Nindi.
“Eeemm…Eegghh…Mas…Uuuhh…Mas…ya itu disitu enak mas…terus ya…” ucap Nindi.
Tanpa terasa, penisku mulai mengeras lagi. Tak pikir lama lagi, langsung kutempelkan pinggulku kepantat Nindi. Terasa penisku tepat dibelahan pantat Nindi. Tanganku tetap kumainkan didaerah vaginanya dan bisa kurasakan vaginanya mulai basah. Segera kuarahkan ujung penisku keliang vagina Nindi.
“Aaaaggghh…” erang Nindi ketika kepala penisku sedikit memaksa menusuk ke lubang vaginanya kupompa penisku sampai akhirnya,
“Aaaaakkkkhh…” erang Nindi yang rupanya dia sudah sampai.
Nindi melepas penisku dari lubang vaginanya dan meminta aku untuk tidur terlentang. Kemudian dengan perlahan, Nindi naik keatas badanku dan mulai memasukkan penisku yang tadinya sudah hampir mencapai puncaknya. Nindi menghadap kearahku, sehingga terlihat wajahnya yang cantik serta toketnya yang menonjol besar.
Pinggang Nindi bergoyang meliuk-liuk menimbulkan rasa sangat nikmat dan ngilu disepanjang penisku yang terjepit erat di vagina Nindi. Kuraih toket montok Nindi dan aku meremasinya.
“Oooouuhh…yes…Ooohhh…yes…yah terus mas…Oouhh nikmat banget maass…” desah Nindi sambil menggeleng-gelengkan kepalanya secara membabi buta.
Rambut panjangnya kulihat menyabet kekanan dan kekiri. Dan tak lama kemudian kami pun mencapai puncak secara bersamaan. Begitulah kisahku bersama Nindi dan sejak saat itu aku sering melakukan hubungan sex yang melelahkan sekaligus menyenangkan dengan Nindi.
Post By : PokerAstro.me





