Cerita Sex Puncak Kenikmatan Yang Tak Terlupakan
Rabu, 29 November 2017
18+,
Agen Capsa Online,
Agen Poker Indonesia,
Agen Poker Tanpa Bot,
Agen Poker Terpercaya,
Agen Poker Uang Asli,
Bandar Capsa Terpercaya,
Bandar Ceme Terpercaya,
cerita dewasa,
cerita hot,
cerita sex
Edit
Saat itu ayahku dipindah tugas ke Maluku, saya dan kakak perempuanku tak dapat ikut pindah, sebab saya masih baru masuk SMA dan kakak perempuanku di kelas akhir SMA.
Jadi, saya dan kakakku tetap tinggal di kota Bogor sambil ditemani seekor anjing betina bernama Katty dan seorang pembantu setia keluargaku, bi Tuti seorang janda berumur sekitar 35 tahun, yang berkulit bersih agak kecoklatan dan bertubuh montok dengan ukuran buah dada sangat besar.
Agen Poker Online Indonesia - Sebab ayahku telah pindah ke Maluku, kami terpaksa pindah dari rumah dinas ke rumah yang sengaja dibeli untuk kami berdua. Rumahnya cukup besar dengan halaman di bagian belakang, kamarnya lima, tiga kamar berukuran besar, dan dua kamar yang lain berukuran sedang. Saya menempati kamar di bagian belakang, sedangkan kakak perempuankku di kamar tengah, dan kamar bi Tuti berseberangan dengan kamarku, dekat kamar mandi.
Bi Tuti berasal dari daerah Bandung Selatan. dia telah ikut keluargsaya sejak berusia 17 tahun dan sempat berpisah selama setahun saat kawin dengan seorang sopir bus antar kota tapi perkawinannya hanya berumur enam bulan sebab bis yang di sopirinya tabrakan sehingga suaminya tewas. Sebab merasa kasihan, Ibu menawarkannya untuk kembali menjadi membantu keluarga kami seperti sebelumnya.
Rupanya bi Tuti menyambut tawaran itu sebab dia telah menjadi seorang janda. Jadilah dia pembantu setia keluarga kami. Saat saya lahir, bi Tuti merupakan orang yang menjadi pengasuhku. Artinya, jika saya ngompol, dia yang mengganti celanaku, jika saya mandi dia yang memandikan aku, sehingga bi Tuti betul-betul orang yang sangat dekat denganku.
Semenjak umur lima tahun sampai sebelas tahun, saya sering mandi bersama dengan bi Tuti. Seringkali bi Tuti menyuruhku menggosok-gosok punggungnya, dengan berjongkok di depanku sambil meremas-remas buah dadanya dengan kedua tangannya.
Agen Poker Online - Kadang kala bi Tuti mendesah dan badannya bergetar seperti kedinginan,
” Kenapa bi?” tanyaku, “Nggak apa-apa Den, hanya ini bibi gatal” jawabnya sambil menunjuk buah dadanya.
Saat itu, saya belum ngerti apa-apa tentang kebutuhan biologis. Tapi saat saya telah umur dua belas tahun, saya tak pernah diajak mandi bersama lagi sama bi Tuti.
Tetapi saya masih ingat dengan jelas kejadian dulu dan lekuk-lekuk tubuhnya serta bau badannya yang khas itu. Ingatan ini yang sering menggodsaya untuk melamun di malam hari, sambil membayangkan tubuh telanjang bi Tuti ada di depanku dengan buah dadanya yang besar dan lobang rahasianya yang ditutupi bulu tebal.
Tiap melihat bi Tuti, langsung kontolku tegang. Tapi keinginan itu tetap kutekan bertahun tahun, sampai akhirnya terjadilah peristiwa yang sampai saat ini tetap tetap kuingat, yakni kenangan pertama menyetubuhi seorang wanita.
Ceritanya begini. Sejak SMP saya mulai terangsang tiap kali melihat bi Tuti mengepel lantai, yang biasa dilakukannya dengan menungging. Biasanya tiap pagi saya bersiap mengerjakan PR di meja makan atau meja ruang tamu sambil menunggu bi Tuti lewat untuk melihat bagian atas dari buah dada bi Tuti yang berayun-ayun dan pantatnya bergoyang saat dia menggerakkan kain pel kekanan dan ke kiri.
Selain itu saya memandangi pahanya yang kadang terlihat jika kain bi Tuti tersingkap dengan tak sengaja saat dia sedang mengepel. Gumpalan buah dada bi Tuti itu sering membuatku terhanyut untuk mencoba memegangnya.
Sungguh, saat itu saya ingin mengelus-elus, meremas-remas dan menciumi puting buah dada itu. Tapi, perasaan itu saya tekan sebab saya masih kecil dan tak berani untuk melakukan itu pada bi Tuti.
Tapi semakin lama kutahan keinginan itu semakin sering dan kuat perasaan itu muncul. Dan akhirnya saya mulai mendapat akal bagaimana caranya supaya bi Tuti tak sadar jika saya mengerayangi tubuhnya. Ide itu kudapat setelah ada seorang teman sekelasku yang tertidur sangat nyenyak di kelas, seperti pingsan hingga tak seorangpun dapat membangunkannya, hanya sebab dia memakan setengah butir obat kepunyaan ayahnya yang berprofesi dokter bedah.
Bagaimana jika bi Tuti kuberi obat tidur,lalu setelah tidur nyenyak kusetubuhi? Dengan pikiran ini, saya main kerumahnya lalu kuminta sepuluh butir pil tidur pada temanku itu. Malamnya, seperti biasa saya nonton tv bersama kakak perempuanku dan bi Tuti juga nonton, tapi biasanya sebelum acara dunia dalam berita jam 21:00 mulai dia telah pergi ke kamarnya untuk tidur. Biasanya, sebelum tidur bi Tuti selalu minum segelas air teh manis yang telah ada di kamarnya.
Dengan pengetahuan ini, malam itu saat kami lagi asyik nonton sinetron, saya pergi kekamarku lalu pura-pura ke kamar mandi, padahal saya pergi ke kamar bi Tuti untuk memasukkan dua butir pil tidur, yang telah kubikin jadi serbuk ke gelas bi Tuti sambil kutambahkan gula putih supaya tehnya tetap manis.
Setelah acara sinetron selesai, dan dunia dalam berita akan mulai, bi Tuti beranjak dari ruang tv, beres-beres sebentar lalu kekamarnya untuk meminum air teh manisnya setelah itu dia ke kamar mandi untuk kencing dan gosok gigi.
Tapi sewaktu dia di kamar mandi, saya menyelinap masuk ke kamar tidurnya. Saya telah hafal posisi kamar tidur itu sebab saya sering masuk secara diam-diam untuk mencari tempat dimana saya harus sembunyi.
Tempat yang paling aman untuk sembunyi merupakan di bawah tempat tidur bi Tuti. Maka akupun menyelinap masuk ke kolong dan menunggu bi Tuti masuk ke kamar.
Sementara itu, kontolku telah tegang sebab sudah, terbayang apa yang akan terjadi. Langkah kaki bi Tuti akhirnya semakin dekat dan klek… klek… crek…., pintu dibuka lalu ditutup lagi dan di kunci. Lalu kulihat kaki bi Tuti berada di samping tempat tidur dan saya tahu dia sedang membuka baju dan kainnya.
Saya semakin tegang dan nafasku mulai agak memburu membayangkan tubuh bi Tuti hanya ditutupi BH dan celana dalam saja…. ingin rasanya saya cepat keluar. Beberapa saat kemudian lampu utama kamar dimatikan, dan kamar kini diterangi dengan bola lampu lima watt warna hijau.
Kurasakan langkah yang berat mendekatiku, lalu terdengar bunyi tempat tidur berderit, tanda bi Tuti telah merebahkan badannya di atas kasur. Saya mulai tak sabar menunggu Rupanya pil tidur itu memang sangat manjur, baru lima menit saya telah merasakan tak ada gerakan-gerakan lagi di atas tempat tidur, dan kudengar desah nafas bi Tuti telah teratur, tanda dia telah tidur nyenyak.
Agen Poker Terpercaya - Dengan gemetar maka akupun mulai merayap keluar dari kolong tempat tidur itu dan saya tak langsung berdiri takut dia belum tidur.
Kutunggu lima menit….. sepuluh menit…. lalu kucoba menarik kain yang belum sempat dibuka semua….. mungkin sebab terlalu ngantuk….. dan tetap tak ada reaksi. Akupun berdiri perlahan-lahan sambil mendengarkan desah nafas bi Tuti.
Akhirnya….. kulihat tubuh bi Tuti telentang hanya memakai BH dan celana dalam warna hitam. Sementara tangan kirinya masih memegang kain tak sempat dibuka semuanya. Saking ngantuknya membereskan kain dan bajunya.
Saya menelan ludah beberapa kali melihat gundukan buah dada bi Tuti naik turun seirama dengan desah nafasnya. Dengan tangan agak gemetar dan nafas agak ngos-ngosan, pelan-pelan dari samping tubuh bi Tuti kuletakkan tanganku di perutnya lalu pahanya, lalu dengan lembut kusap-usap sambil meyakinkan diri bahwa dia telah benar-benar tak merasakan usapan itu.
Akhirnya.. setelah saya yakin benar, tanganku mulai mengelus-elus buah dada bi Tuti, lalu kuremas-remas dengan lembut….. rasanya uahhhhhh, setelah puas lalu kulepaskan BH bi Tuti dengan tangan gemetar menahan gejolak keinginan untuk segera meremas dengan keras sambil menyedot putingnya.
Setelah BH terlepas, tergerailah dua buah dada bi Tuti yang besar dengan kedua putingnya yang berwarna agak kehitaman. Saat telapak tanganku menyentuh kulit yang lembut dan hangat terasa ada getaran aneh dalam tubuhku yang mendesak untuk segera meremas-remas.
Dengan tak sabar kuremas-remas buah dada itu sambil kuciumi dan kusedot-sedot putingnya bergantian…… aduhhhhh nikmatnya…. kugigit….. kusedot…. untuk mereguk kenikmatannya…… kuendus-endus….. untuk menyerap baunya.
Sementara tangan kananku terus meremas-remas, tangan kiriku mulai menjarah bagian bawah perut bi Tuti, saat kuusap-usap selangkangannya kulihat kepala bi Tuti bergerak menggeleng. Saya kaget sekali…. langsung kuhentikan semua gerakan.
Kutatap dalam-dalam wajah bi Tuti untuk mengetahui apakah dia terbangun atau tidak. Ternyata, dia hanya memindahkan posisi kepalanya saja….. maka akupun semakin berani. Lalu saya pindah posisi, lalu naik ke tempat tidur mendekati kedua kakinya……
Kucoba untuk menurunkan celana dalamnya….. kuangkat pantatnya yang besar…. kutarik celana dalamnya…… Ya ampuun…. kulihat lobang rahasianya ditutupi bulu keriting yang menumbuhi bagian bawah pusar bi Tuti.
Sementara bibir lobang rahasianya tampak bagai garis kehitaman. Ohhh indahnya…… kontolku yang telah tegang dari tadi, kian menegang dan berdenyut-denyut melihat pemandangan yang terhampar di depanku, bi Tuti telanjang bulat.
Akhirnya, kurenggangkan kedua kaki bi Tuti, lalu saya mulai memainkan jari-jariku menyibakkan bulu-bulu membuka bibir lobang rahasianya lalu kucium dan kujilat-jilat…… biar agak bau tapi rasanya enaakkkk sekali…. terus kujilat-jilat sampai puas……. kurasakan tubuh bi Tuti sedikit bergerak-gerak.. tapi saya tak peduli lagi…… akuuuu takk tahannnn lagiiii……….
kedua kaki bi Tuti lebih kurenggangkan lagi lalu kulipat dilututnya dan kutahan dengan tanganku….. kutempatkan kedua lututku diantara pahanya dan saya mulai mengarahkan kepala kontolku ke bibir lobang rahasianya…..
kutekan perlahan-lahan……bless…. kutekan lagi…bless…. aduhhhh sempitnya….. kucoba lebih keras agi….blesssss…. terdengar bunyi prepetttt….. seperti kain sobek….. akhirnya kontolku masuk semua rasanya agak perih tapi enaaaakkkkk……..nikmaatttt…… saya terdiam sejenak merasakan hangat dan denyut lobang rahasia bi Tuti sampai kurasakan ada cairan hangat di seputar kontolku….. saya pun menarik kontolku perlahan-lahan…..
kutekan lagi….. tarik… tekan… tarik…tekan….crep…crep….crep…. ahhhh nikmat sekaliiii….. terussss sampai tangan dan pinggangku pegal….. kurasakan kontolku mulai berdenyut-denyut dan ngilu-ngilu enakkkkk….. dan akupun makin mempercepat gerakan-gerakan maju mundur…. sampai akhirnya kurasakan ngilu…geli… yang amat sangat…..
saya tak tahannn lagiiiii….. kutekan kontolku sedalam-dalamnya…. dan… crettt….cretttt….creettt…. air maniku keluar banyak sekali bagai hujan…. saat itu kurasakan tubuhku bergetar keras seperti menggigil kedinginan… rasanya….oohhh….tak terkira nikmatnya….. tak terasa tubuhku menindih tubuh bi Tuti.
Kepalsaya tergolek di dada bi Tuti sambil terengah-engah, lalu kontolku kutarik perlahan-lahan sampai saya terduduk di antara kedua kaki bi Tuti, kuperhatikan dalam-dalam wajah bi Tuti, buah dadanya, kuusap-usap lobang rahasianya.
kurasakan ada kepuasan yang luar biasa sekali….. sambil mengingat-ingat apa yang telah terjadi. Kulihat kontolku masih tetap tegang dan nafsuku mulai datang lagi.
Lalu kuambil kainnya bi Tuti kuusap-usapkan ke lobang rahasia yang basah sebab air maniku. Setelah agak bersih, saya mulai merenggangkan dan melipat lagi kedua kaki bi Tuti dan agar lebih mudah lagi asyik, pantatnya kuganjal dengan bantal sehingga lobang lobang rahasianya terlihat jelas agak menganga, lalu perlahan saya merangkak diantara kedua paha yang telah kurenggangkan itu sambil kujilat-jilat sebentar dan kuludahi sedikit.
Perlahan tapi pasti kuarahkan batang kontolku ke lobang yang telah menganga diselangkangan bi Tuti, kutekan perlahan dahulu…. bles….. tekan lagi….bless… tekan lagi…. blessssss…. kontolku masuk semua….. Aduh… lobang lobang rahasia bi Tuti telah kering lagi!! seperti tadi, kutahan gerakanku sebentar lalu kutarik sedikit… kutekan..tarik…
sampai terasa ada cairan hangat di sekeliling kontolku….Nah, sekarang pasti lancar, pikirku. Lalu saya mulai aktif menekan dan menarik, semakin lama semakin cepat….. crepp… crepp…. crepp…. kutekan kuat-kuat… crepp… blessss….. sampai kepala kontolku mentok!, terasa sekali ada denyut-denyut hangat…. nikmattttt….. enaakkkkk….. kontolku seperti dipijat-pijat…. nikmattt..
Akupun semakin lupa diri, kujatuhkan badanku ketubuh bi Tuti, kuciumi puting buah dadanya sambil kuremas-remas… aduhh nikmatnya… kugerakkan lagi pantatku naik turun… terusss… teruss… akupun tak sadar saat badan bi Tuti sedikit bergetar dan kelihatan mengernyitkan dahinya saat batang kontolku semakin dalam menyelusuri lubang lobang rahasianya yang telah lama tak pernah dilewati kontol lelaki sebab saat itu saya merasakan ada rasa yang aneh tapi enak campur geli di kepala kontolku…. ada gerinjal-gerijal di dinding lobang rahasianya… geli…nikmattt…. crepp… crepp… crepp… tak lama kurasakan kontolku mulai berdenyut-denyut… ada sesuatu yang mendesak ingin keluar… saat inilah yang tak dapat dilukiskan dengan kata-kata… nikmat sekali…. enak campur geli… gelinya sampai keubun-ubun…
Inilah kedua kalinya saya merasakan kenikmatan yang luar biasa dan rasa yang aneh… tapi nikmatttt… kupercepat gerakanku, crepp… crepp… crepp… dan kutekan kuat-kuat…. crettt…. crettt… crettt…. crett…. crettt… air maniku muncrat di dalam lobang rahasia bi Tuti… aduhhh nikmatnya… enakkknya… kukeluarkan air maniku sampai tetes terakhir, kupeluk badan bi Tuti sambil kusedot kuat-kuat puting buah dadanya… badanku terasa lemas sekali… saya terdiam kelelahan, badanku basah kuyup oleh keringat… kutarik kontolku yang agak melemas… plepp!
Kulihat air maniku mengalir keluar dari dalam lobang lobang rahasia bi Tuti lalu kuseka dengan kain sampai tak ada lagi yang keluar, kemudian kuciumi dan kujilat-jilat lembut lobang rahasia yang memberi saya pengalaman yang tak akan pernah kulupakan seumur hidup…. saat-saat keperjakaanku hilang dan pertama kalinya saya menyetubuhi seorang wanita.
Agen Judi Poker - Kuperhatikan dalam-dalam wajah bi Tuti, kulihat dahinya agak berkernyit, basah oleh butir-butir keringat…, Aahhh!!! saya kaget sekali saat kulihat bi Tuti menggigi tbibir atasnya… Mungkinkah bi Tuti sadar saat saya menyetubuhinya tadi… saya bangkit perlahan-lahan… kupegang perutnya lalu kucubit pelan untuk melihat ada reaksi atau tidak… ternyata badan bi Tuti diam saja… plong! lega sekali rasanya…..
Akupun mulai bangkit berdiri, sambil mengumpulkan BH dan celana dalam serta kain bi Tuti yang kupakai jadi lap, sambil berdiri di sampingnya kupasangkan kembali BH hitamnya… tertutup telah buah dada yang sangat besar dan indah itu….
Lalu kuselipkan kain seperti semula, saat saya akan memasangkan celana dalam hitamnya sambil memandangi celah lobang rahasia bi Tuti yang telah merekah, saya merasakan kontolku menegang kembali tapi tak begitu keras.
Akupun berdiri termenung di samping tempat tidur sambil memandangi tubuh di hadapanku dari kepala sampai ujung kaki dan akhirnya pandanganku terpsaya pada satu titik yaitu lobang rahasia bi Tuti… kupandangi dengan seksama, gundukan daging yang tertutup bulu tebal tetapi halus… dengan tak sadar tanganku mulai mengusap-usap… jrenggg!!! kontolku langsung berdiri tegang!!!!! tapi badanku terasa lemas terutama bagian lutut dan pinggang.
Saat itu terdengar dentang jam dinding dua belas kali, saya sedikit kaget, tiga jam telah saya ada di kamar ini. Terlalu lama, nih! pikirku. Saya ingin segera keluar tapi kontolku masih tegang, malah tambah tegang dan berdenyut-denyut lagi. Semakin lama merenung, semakin besar dorongan untuk menyetubuhi bi Tuti lagi, irama nafas dan degup jantungkupun semakin cepat.
Tanpa basa-basi, saya naik lagi keatas tempat tidur, kuambil bantal satu lagi untuk menambah ganjal pantat bi Tuti sambil kurenggangkan dan kulipat kedua kakinya. Celah lobang rahasia bi Tuti yang agak kemerah-merahan itupun terlihat semakin menganga dan posisinya lebih tinggi dari tadi. Nyut…nyut… kontolku berdenyut-denyut dan semakin keras…..
Saya tak ingin membuang-buang waktu, kujilat celah lobang rahasia bi Tuti dan kuludahi sampai bagian dalamnya…. dengan posisi berjongkok sambil menyelipkan kedua tanganku pada lipatan lututnya dan kedua lututku menempel pantatnya kuarahkan kepala kontolku yang telah kubasahi dengan ludahku, langsung blesssss…… kutekan sedalam-dalamnya sampai kontolku masuk semuanya dengan lancar tanpa hambatan…. kutarik… tekan…. tarik… tekan… crepp… crepp… crepp… crepp… rasa lemasku mendadak hilang, gerakanku makin cepat… makin kuat hentakanku…. nafaskupun semakin memburu…
saking kuatnya hentakanku kurasakan badan bi Tuti sedikit terdorong…
Tapi saya telah tak perduli lagi… kutarik kontolku dengan perlahan lalu kudorong dan kuhentak dengan kuat… terus berulang-ulang hingga yang terdengar merupakan bunyi crepp plokk… crepp plokk… crepp plokk.. plokk.. plokk.. plokk.. plokk.. saat pahsaya menghantam pantatnya seperti bunyi tepuk tangan…
Saat itu saya hanya ingin cepat-cepat selesai… saya menunduk sambil memperhatikan batang kontolku keluar masuk lubang lobang rahasia bi Tuti… kulepaskan tangan kananku dari jepitan lutut bi Tuti, kuelus-elus dengan lembut itil yang terlihat menonjol dengan ibu jariku… dan telapak tangan kiriku kucengkeramkan sambil meremas-remas buah dada kiri yang ditutupi BH hitam…. saya semakin bernafsu… gerakanku bertambah liar… bertambah cepat… bertambah kuat…
Tak terasa ada kenikmatan dan rasa geli seperti dua babak sebelumnya… rasa ingin cepat selesai dan ingin mendapatkan kenikmatan seperti tadi membuat saya lupa diri… kudorong kontolku sedalam-dalamnya.. kupijit-pijit itilnya… kuremas BH yang menutupi buah dadanya dengan kuat… creppp plokk… creppp plokk… crepp plok… terusss.. terusss.. badan bi Tuti terus terdorong… bergeser… pantatnyapun tak terganjal oleh bantal lagi… hingga tak terasa terdengar bunyi lonceng satu kali, tanda telah pukul satu malam… akupun semakin tak sabar supaya cepat-cepat selesai… tapi nikmat dan geli yang luar biasa tanda saya akan mencapai puncak kenikmatan tetap tak kurasakan… badanku benar-benar basah kuyup oleh keringat… pinggang mulai terasa panas…
Badanku benar-benar lemas tapi nafsuku malah bertambah kuat… gerakanku mulai lambat… tubuhku telah tak kuat tegak lagi… dan tubuhkupun ambruk menindih tubuh bi Tuti… wajahku beradu dengan wajahnya… sambil memandangi mukanya, kutekan pantatku dengan perlahan sekali… terusss… sampai sedalam-dalamnya… kutarik sampai kepala kontolku keluar dengan perlahan… kutekan lagi dengan perlahan… creeeppp.. bleeeessss… tarik… tekan… creeepp… creeepp… tiap kutekan kontolku sedalam-dalamnya sampai kepalanya menyentuh dinding yang bergerinjal, kulihat dahi bi Tuti agak berkernyit dan bibirnya agak terbuka dan bergetar…
Kutempelkan kupingku di dadanya terdengar degup jantung agak cepat… desah nafasnyapun agak cepat… tapi saya yakin jika bi Tuti tak tahu sedang diapain dirinya… saya terus bergerak dengan perlahan tetapi pasti… sambil memandangi wajah dan merasakan sentuhan, gesekan, denyutan dan hangatnya lobang rahasia bi Tuti… dan akupun mulai merasakan suatu kenikmatan akibat kontolku keluar masuk lobang lobang rahasia bi Tuti, rasa nikmat itu menumbuhkan kembali nafsu dan tenagaku….
Semakin lama rasa nikmat itu semakin terasa, kontolku mulai berdenyut-denyut dan geli… tapi saya tetap menjaga agar gerakanku tetap perlahan… terasa sekali ada denyutan dari dalam lobang rahasia bi Tuti seperti memijat-mijat kontolku… saya langsung sadar jika cara bersetubuh dengan perlahan dan lembut seperti inilah yang paling cepat memberikan kenikmatan…
tapi tanpa sadar gerakan berubah menjadi agak cepat seiring dengan irama nafas dan degup jantung… creepp bleess… creepp bleess… creepp… creepp… tiba tiba pantat bi Tuti bergerak mundur dan kakinya agak mengejang, buah dadanya mendadak terasa mengeras mendorong dadsaya dan kepalanya bergerak kekiri kekanan dengan bibir terbuka dan desahan nafasnya mendadak cepat…
Aduuhhhh!!! aaahhhh!! terasa lobang rahasia bi Tuti mengeluarkan cairan hangat dan licin, kontolku semakin berdenyut… nikmat sekali.. oohhh.. oohhh…. nikmattt… geliii… dan aaahhhhh…. terasa ada yang menyedot-nyedot kontolku… nikmatt sekali rasanya… ternyata lobang rahasia bi Tuti punya kelebihan dapat menyedot…
Mata saya merem melek merasakan pijitan dan sedotan itu… akupun mulai tak sabar, kupercepat gerakan menekan dan menarik… creepp… creepp… crepp…. crepp… sambil mulutku mulai mencari-cari sasaran… kujilati dan kuciumi lehernya… lalu belakang kupingnya… badan bi Tuti terasa menggelinjang saat lobang kupingnya kujilat dengan lidahku…
merasakan adanya reaksi dari bi Tuti saya semakin bernafsu… kutekan kontolku sedalam-dalamnya sambil kumainkan ujung lidah di lobang kupingnya… badan bi Tuti bergetar, pantatnya agak naik, kedua telapak tangannya mencengkeram seprei, raut wajahnya seperti sedang menahan sakit yang luar biasa… terasa kembali muncul cairan hangat di sekeliling batang dan kepala kontolku…
Saat saya sedang menikmati kehangatan, denyutan dan sedotan dari lobang rahasia bi Tuti… terdengar bunyi lonceng dua kali, saya kaget… tak menyangka jika saya telah lima jam di sini, Saya harus cepat-cepat selesai, bahaya…! pikirku.
Akupun mempercepat gerakan keluar masuk yang telah sangat lancar sekali soalnya lobang rahasia bi Tuti telah basah sekali dan licin… rasa hangat dan nikmat campur geli itu terus menjalar sampai ke kepalaku, hingga tanpa sadar kulumat bibir bi Tuti yang agak tebal tapi seksi… kugigit…. kusedot…. kumainkan lidahku di dalam mulutnya…
Sambil kusedot lidahnya dengan kuat… kepalanya kutahan dengan tangan kiriku, bi Tutipun tanpa sadar membalas ciuman dan sedotanku dengan lemah, nafasnya mulai memburu dan terdengar desahan pelan dari mulutnya, aahhh…. oohhh…. ooohhhh… aaahhh….. ehhhh…. ooohhh… uuuhhhh… mmmhhh…oooohhhh…. mmmhhhh…. mmmmhhhh…..
Mendengar desahan pelan dan merangsang yang baru pertama kali kudengar saya merasakan tubuhku melayang-layang… akhirnya rasa nikmat dan geli luar biasa yang kutunggu-tunggu tiba… nikmaattt… geli…. enaakk… gelinya terasa dari ujung kaki ke ujung rambut…. kontolku telah terasa makin berdenyut-denyut…
Dengan posisi kedua tangan memeluk bahu bi Tuti dan mulutku terus mencium.. menggigit kuping sambil memainkan lidah di lobangnya…… saya menggerakkan pantatku mendorong menarik kontolku keluar masuk lobang rahasia bi Tuti dengan cepat, crepp.. crepp.. crepp.. crepp.. crepp.. crepp… aahhh….
Merasakan kenikmatan yang luar biasa ini tanpa sadar membuat saya mendesah keenakan di kuping bi Tuti… aahhhh…. ouhhhh… ouhhhh…. oohhhh…. hhh… hhhhh… hhhh… enaaaak bi….. enaaakkkk…. hhhh….. oohh…. aahhhh….. bi Tuti pun mendesah dengan lemah di kupingku mmmmhh…. mmmmhhh…. mmmhhh…. ooohhhh…. sambil menarik dan mengangkat pantatnya… terasa seerrrr….. kembali ada cairan hangat dan licin terasa di seputar kontolku…. oohhh… sehingga akupun tak kuat lagi menahan dorongan kuat air maniku……
Kutekan kontolku sedalam-dalamnya sambil memeluk tubuh bi Tuti dengan kuat sekali dan aaahhhhh….. creett… creettt…cret.. muncrat telah air maniku di dalam lobang rahasianya, saat itu kurasakan tubuh bi Tuti menggelinjang dan bergetar…. pantatnya terangkat mendorong ke atas kemudian turun… lalu terasa ada denyut-denyut yang menyedot-nyedot kontolku selagi memuncratkan air mani……. saya tak dapat melukiskan kenikmatan yang kureguk saat itu…… saya hanya dapat memejamkan mata sambil mendesah panjang… aaaaahhhh… oooooohhhhhhhhhhh… nikkkmmaaaattttttt…….. mmmmmmhhhh….
Setelah beberapa menit terdiam sambil memeluk tubuh bi Tuti, saya bangkit dengan perlahan-lahan sambil mencabut kontolku dari lobang rahasianya dan langsung kubersihkan bibir lobang rahasia itu dengan dijilati olehku dan segera kupakaikan kembali celana dalam hitamnya.
Kukembalikan posisinya seperti semula, kecuali kainnya yang berlepotan air maniku… akan kubawa dan langsung kurendam di kamar mandi.
Sebelum pergi, saya berdiri sambil memandang wanita yang telah memberikan suatu pengalaman yang tak terlupakan dan tak tergantikan, sambil bertanya-tanya dalam hati,
” Apakah dia tahu jika akulah yang menyetubuhinya ?”, soalnya saya yakin bahwa bi Tuti mengetahui ada seseorang sedang menyetubuhinya dan bahkan diapun sempat mengalami puncak kenikmatan tapi sebab rasa kantuk yang amat amat sangat sehingga dia tak dapat memberi reaksi yang normal.
Setelah beberapa menit, tak ada reaksi, akupun keluar dari kamarnya dengan langkah gontai tapi puas.
Post By : PokerAstro.me






